Kamis, 08 September 2011

BAHAYA TIDAK MENGAMPUNI (Part 1)

BAHAYA TIDAK MENGAMPUNI (Part 1)
“Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu”
(Matius 18:35)

Setiap orang tidak lepas dari berbuat salah siapapun orangnya. Ketika Petrus bertanya kepada Yesus, sampai berapa kali dia harus mengampuni, jawaban Yesus jauh dari yang disangkanya, bukan tujuh kali melainkan tujuh puluh kali tujuh kali alias 490 kali. Ini suatu jumlah yang tidak terbatas. Mengapa Yesus memerintahkan kita orang percaya untuk memberi pengampunan dengan tidak terbatas? Ternyata kalau kita tidak mengampuni, ada akibat yang sangat berbahaya. Orang yang tidak mau mengampuni sesamanya adalah orang yang jahat di mata Tuhan. “Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat....” ( Matius 18:32).
Kata jahat di sini dari bahasa Yunani Poneras yang artinya bukan hanya jahat (Bhs Inggeris: evil, wicked) tetapi buruk, busuk dan berbahaya. Orang yang tidak mengampuni akan seperti bom waktu yang sewaktu-waktu akan meledak dan membahayakan orang disekitarnya. Disamping itu orang yang tidak mau mengampuni seperti bau busuk yang memikat si Jahat untuk datang mendekat dan menetap, sehingga ia menjadi pabrik dosa dari setan. Itulah sebabnya orang yang tidak mau mengampuni saudaranya jadi: tidak sabaran, penuntut, perfeksionis, tidak punya kasih, egois dan suka melampiaskan dendam terhadap orang-orang yang bersinggungan dengannya. Mengampuni adalah suatu keharusan atau kewajiban orang percaya. “Tuhan sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku” (Mat 1:21). “Hendaklah kamu ... Saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu”. Marilah kita saling mengampuni. Tuhan Yesus memberkati !

0 komentar: