HIDUP YANG BERSAKSI
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.“ (Kis 1:8).
Tahun Kesaksian dan Pelipatgandaan akan terwujud jika anggota jemaat memiliki hidup yang bersaksi. Bersaksi adalah hidup yang menyatakan kebenaran tentang Kristus. Kristus harus menjadi pusat hidup. Tanpa kebenaran tidak akan ada kesaksian. Bersaksi adalah pekerjaan utama orang percaya. Bersaksi harus sampai mengajak orang lain untuk percaya kepada Yesus. Sementara itu ia pun harus yakin bahwa suatu hari kelak ia hidup dalam kekekalan. Jangan seperti calo yang mengajak orang untuk pergi ke suatu tempat sedangkan ia sendiri tidak ikut di dalam bis. Ia tetap berada di terminal. Tidak demikian dengan saksi Kristus, ia sendiri pun akan sampai kepada Bapa. Seperti Rasul Paulus yang berdoa semoga ia tidak ditolak setelah ia memberitakan Injil. 1 Kor 9:25-27 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. Sikap dalam bersaksi harus konsisten antara apa yang dikatakan dan yang dilakukan. Karena kesaksian bukan hanya dengan perkataan tetapi juga dengan perbuatan dalam hidup sehari-hari. Orang yang bersaksi harus bersikap ramah. Dan orang percaya harus terus bersaksi di mana pun ia berada (ujung bumi) sampai Yesus datang kedua kalinya. “Bersaksi terus sampai Tuhan datang”. Tuhan Yesus memberkati !
0 komentar:
Poskan Komentar