THE POWER OF PRAISE
(Maz 34:1-4)
“Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu, puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku” (Maz 34:2)
Ketika Daud mengatakan “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu, puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku”, Daud dalam keadaan ketakutan. Ia sedang dikejar-kejar untuk dibunuh oleh Raja Saul dengan ratusan tentaranya yang terlatih. Dalam pelariannya ia tiba di wilayah musuh, sehingga ia harus berpura-pura gila supaya tidak dibunuh. Dalam keadaan terjepit Daud tetap memuji TUHAN Allahnya. Ini membuktikan bahwa ia beriman kepada Allah. Puji-pujian menjadi gaya hidupnya sehingga dalam keadaan apa pun ia tetap memuji TUHAN. Terbukti puji-pujian mendatangkan kuasa Allah. Daud menyadari bahwa Allah bersemayam di atas puji-pujian umatnya. Maz 22:4“Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel”. Ketika Tuhan bertakhta, Tuhan akan melakukan sesuatu buat umat-Nya. Kalau Daud mendapat pertolongan ketika ia memuji dan menyembah kepada Allah, orang percaya yang mempunyai gaya hidup menyembah pun akan mengalami pertolongan yang sama. Di dalam puji-pujian ada kuasa. Hal ini dibuktikan oleh Paulus dan Silas, ketika mereka dipenjara, mereka memuji dan menyembah Tuhan, belenggu dan pintu penjara terlepas. Mereka mengabarkan Injili kepda kepala penjara sehingga kepala penjara beserta keluarganya bertobat dan percaya Yesus. (Kis 16: 25-34). Puji-pujian kepada Allah bisa diwujudkan bukan hanya melalui suara dan nyanyian, tetapi bisa juga dengan sikap hati, waktu, tenaga dan harta. Yang tidak kalah pentingnya adalah dengan mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang harum di hadapan-Nya ( Roma 12:1-2).Tuhan Yesus memberkati !
0 komentar:
Poskan Komentar