Rabu, 26 Januari 2011

BERSAAT TEDUH YANG EFEKTIF

BERSAAT TEDUH YANG EFEKTIF

Markus 1:35, 6:46; Mat 14:13; Luk 5:16

I. PENDAHULUAN

Menurut Rick Warren “Kebiasaan melakukan saat teduh adalah salah satu dari empat kebiasaan yang membuat kita menjadi orang percaya yang dewasa. Sedangkan dewasa rohani adalah menjadi serupa dengan Kristus.”[1] Orang percaya yang dewasa disebut murid dan kita tidak bisa menjadi murid tanpa disiplin. Kata murid dalam bahasa Inggeris disebut disciple. Kata disciple berasal dari bahasa Perancis kuno discipline, bahasa Latinnya Disciplina.[2]

II. DEFINISI

“Saat teduh adalah waktu yang saya sisihkan setiap hari untuk bersama Tuhan secara pribadi, untuk mengenal-Nya melalui Alkitab dan Doa”. [3] Menurut Ayub Yahya, pemimpin redaksi Renungan Harian, “Saat Teduh adalah waktu di mana kita menjalin relasi pribadi dengan Tuhan, saat kita menghayati dan mengalami kembali kehadiran-Nya secara pribadi”[4]

III. TELADAN TUHAN YESUS

Tuhan Yesus juga melakukan saat teduh di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang banyak. Dia selalu menyediakan waktu untuk bersekutu dengan Bapa-Nya (Markus 1:35, 6:46; Mat 14:13; Luk 5:16). Itulah sebabnya Ia bisa menang menghadapi pencobaan dari Iblis dan menyelesaikan kehendak Bapa sampai tuntas.

IV. PENTINGNYA BERSAAT TEDUH HARIAN

Rick Warren menyatakan ada lima alasan mengapa kita sebagai orang percaya melakukan saat teduh:

1. Kita diciptakan untuk bersekutu dengan Tuhan. (Kej 1:27; 2:7; 3:8; Wahyu 3:20)

2. Yesus mati untuk memungkinkan kita memiliki persekutuan dengan Tuhan. (1 Kor 1:9)

3. Waktu pribadi dengan Tuhan adalah sumber kekuatan Yesus. (Mark 1:35, Luk 5:16; 22:39)

4. Tiap orang yang aktif dalam pelayanan harus mengembangkan kebiasaan ini. Contoh: Abraham, Musa, Daniel, Paulus dll.

5. Anda tidak dapat menjadi orang Kristen yang sehat dan bertumbuh tanpa bersaat teduh. (Mat 4:4; Ayub 23:12; Maz 119:9)[5]

V. BAGAIMANA MEMULAI SAAT TEDUH

1. Pilihlah waktu yang terbaik

Waktu yang terbaik untuk melakukan saat teduh adalah ketika kita dalam keadaan terbaik. Secara umum pagi hari adalah waktu yang baik untuk bersaat teduh. Secara logis sebelum kita beraktifitas alangkah baiknya kita mendahulukan Tuhan dalam hidup kita. Waktu yang terbaik untuk menyetem alat musik adalah sebelum kita memainkan konser bukan sesudahnya. Yesus dan beberapa tokoh Alkitab lainnya memulai saat teduh pada pagi hari. Kapanpun waktunya yang penting harus konsisten.

2. Sediakan waktu yang cukup

3. Mulailah dengan sikap yang benar

Miliki rasa hormat kepada Tuhan. Ada kerinduan yang mendalam untuk bertemu dengan Tuhan dan kesediaan untuk menaati dan melakukan Firman-Nya.

4. Lakukanlah, jangan tunda-tunda, JUST DO IT!

5. Petunjuk Praktis

LIMA BELAS MENIT BERSAMA TUHAN

1. Diam sejenak dan tenangkan diri (1 Menit)

Berdiam diri dan tenanglah, siapkan hati Anda. Ambil nafas panjang beberapa kali dan nantikanlah Tuhan. Jangan tergesa-gesa, merasa dikejar-kejar waktu. Fokuskan diri anda.

2. Berdoalah (1 Menit)

Minta Pimpinan Tuhan.

3. Bacalah (4 Menit)

Bacalah bagian Alkitab yang sudah ditentukan misalnya Matius 5:1-16. Anda bisa menggunakan buku penuntun seperti Renungan Harian, Santapan Harian, Manna Sorgawi, dlsb untuk menentukan bagian Alkitab yang akan dibaca.

4. Renungkanlah (4 Menit)

Fokuskan pikiran Anda pada sebuah ayat Alkitab dengan tujuan memahami bagaimana saya dapat menerapkan kebenaran dalam hidup saya. Bayangkan, Ucapkan, katakan dengan kata-kata Anda sendiri, Doakan, Selidiki dengan mengajukan pertanyaan sbb: Apa saja yang kubaca: Peristiwa apa? Hal apa? Siapa? Adakah kaitannya dengan ayat-ayat sebelumnya? Apa pesan yang Allah sampaikan kepadaku melalui ayat tadi: janji, peringatan, teladan? Apa responsku? Adakah hal-hal spesifik dalam hidupku yang disoroti firman Tuhan ini?

5. Catatlah (2 Menit)

Tuliskan penerapan pribadi yang praktis, dapat dilakukan dan terukur. Dengan mencatat kita menjadi lebih mengerti.

6. Bandingkan (2 Menit)

Jika Anda menggunakan buku bahan renungan seperti Renungan Harian, Santapan Harian atau Manna Sorgawi, bandingkan bacaan, tulisan atau uraian yang ada di buku tsb.

7. Berdoalah sekali lagi (2 Menit)

Alkhiri saat seduh dengan berbicara kepada Tuhan tentang apa yang telah Ia nyatakan kepada kita.

CONTOH

1. Berdoa “Tuhan Yesus, mohon Roh-Mu mengajar aku kebenaran firman-Mu agar aku menjadi murid-Mu yang berkenan kapada-Mu dan menjadi berkat. Dalam nama Yesus aku berdoa amin”

2. Bacaan: Matius 5:1-16

3. Renungkanlah:

· Apa yang kubaca?

  • Yesus mengajar para murid mengenai karakter seorang murid sejati. (Ayat 1-12)
  • Yesus mengajar mengenai panggilan misi seorang murid yaitu menjadi garam dan terang dunia agar dunia mengenal dan memuliakan Bapa (Ayat 13-16)

· Apa pesan yang Allah sampaikan kepadaku?

Pelajaran:

o Tuhan adalah sumber kebahagiaan

o Karakter murid Tuhan merupakan perwujudan dari karakter Allah.

Perintah:

o Tugas murid Tuhan adalah menjadi garam bagi dunia dan menerangi dunia dengan perbuatan baik yang berasal dari Tuhan sehingga Tuhan dipermuliakan

· Apa responsku?

Bersyukur:

  • Karena aku memiliki teladan dari Tuhan Yesus untuk mewujudkan karakter Allah dalam perkataan dan perbuatanku.

Melakukan sesuatu:

  • Aku mau semakin hari semakin menyerupai Tuhan Yesus Kristus agar hidupku menyatakan kesaksian tentang Dia lewat karakterku yang Dia ubahkan.

4. Bandingkan dengan uraian dalam Santapan Harian atau Renungan Harian atau Manna Sorgawi (Jika ada)

5. Berdoalah

Selesai



[1] Rick, Warren, Pelajaran 2 “Memahami Kedewasaan Rohani’ Hal. 1.

[2] Wiktionary

[3] Rick, Warren, Op.Cit., hlm. 21.

[4] Ayub Yahya, Artikel Renungan Harian bulan Januari 2010. Yogyakarta: Yayasan Gloria.

[5] Ibid., hlm. 21.

0 komentar: