CECEP SOEPARMAN
Memotivasi orang muda agar menjadi seorang pemenang dalam hidup ini.
Senin, 27 Februari 2012
CLASS (Christian Life And Service Seminar) Seminar Kehidupan dan Pelayanan Kristen
PERTAMA KALI DIBUKA UNTUK UMUM
Apakah Anda ingin menjadi orang percaya yang tahu tujuan hidupnya?
Apakah Anda ingin menjadi orang percaya yang Dewasa?
Apakah Anda ingin menjadi orang percaya yang menyenangkan hati Tuhan?
Apakah Anda ingin menjadi orang percaya kelas dunia?
Jika jawaban Anda “Ya” terhadap semua pertanyaan diatas
Saatnya Anda untuk mengikuti C.L.A.S.S (Christian Life and Service Seminars) atau SKPK (Seminar Kehidupan dan Pelayanan Kristen) yang diselenggarakan oleh GBI Filemon, Jl. Kebon Pala III No.1 Jatinegara – Jakarta Timur.
Investasi: Rp. 100.000,-/Orang.
(Daftar 2 free 1 orang). Anda akan mendapat buku, sertifikat dan makanan ringan. Pembayaran dapat Anda lakukan via BCA #459-1024-501 a.n. TJETJEP SOEPARMAN atau dibayar TUNAI pada saat mulai pelajaran.
Cara pendaftaran melalui SMS,
Ketik: Reg NAMA CLASS 2012. Kirim ke: 0816-809-353.
Contoh: Reg Timotius, Meike, George CLASS 2012. Pendaftaran paling lambat tgl 18 Maret 2012.
C.L.A.S.S (Christian Life and Service Seminars) atau SKPK (Seminar Kehidupan dan Pelayanan Kristen) dirancang dan diperuntukkan bagi setiap orang yang mau bertumbuh dan menjadi orang percaya kelas dunia, yang punya dedikasi dan komitment. Materi Pelajaran diambil dari buku “The Purpose Driven Life” buku Bestseller. (The # 1 New York Times Bestseller) karangan Dr. Rick Warren, Gembala Sidang gereja Saddleback di Lake Forest, California, salah satu gereja terkenal dan paling besar di Amerika.
CLASS akan diMULAI tgl 26 Maret 2012 (Lihat Skedul Perkuliahan) setiap Hari Senin, Pukul 19.00. Kuliah Berlangsung Selama 12 kali pertemuan. Bertempat di Graha GBI FILEMON Jl. Kebon Pala III No.1. Jatinegara - Jaktim Denah terlampir. (Ruang ber-AC). Untuk keterangan lebih lanjut bisa menghubungi. Sdr Rozaman Telp: (021) 9821-6465 atau
HP: 0877-7580-7737; 0812-9806-4258
Selasa, 07 Februari 2012
MAKIN DIKASIHI ALLAH DAN MANUSIA
MAKIN DIKASIHI ALLAH DAN MANUSIA
“Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.
” (Lukas 1:6)
Alkitab mencatat bahwa Yesus makin bertambah besar dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. Injil Lukas satu-satunya injil yang menceritakan masa remaja Yesus. Apa rahasia Yesus makin dikasihi Allah dan manusia. Dari perikop yang menceritakan Yesus waktu berada di Yerusalem untuk yang pertama kalinya, kita dapat menemukan rahasianya. Rahasianya adalah Yesus menjaga pergaulannya. Hal ini dapat terlihat dengan jelas. “Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama..” (Luk 2:46). Yesus tidak duduk dikumpulan pencemooh (Maz 1:1). Pergaulan saling mempengaruhi dan biasanya pengaruh negatif lebih mudah berpengaruh.
Di Perjanjian Lama ada seorang bernama Lot, ia tinggal di kota Sodom, yang penduduknya sangat jahat (Kej 13:12-13), akibatnya hidupnya menderita dan Lot mengalami kenistaan (2 Pet 2:7-8). Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik (1 Kor 15:33). Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang (Ams 13:20). The righteous should choose his friends carefuly for the way of the wicked leads them astray (Ams 12:26). Orang benar harus memilih teman-temannya dengan hati-hati karena jalan orang fasik menyesatkan. Tinggalkan teman yang tidak perlu. Rasul Paulus dengan tegas menasihatkan jemaat Korintus, “Janganlah bergaul dengan orang-orang cabul” (1 Kor 5:9, 11). Nasihat yang sama disampaikan kepada jemaat di Efesus, “Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka” (Efesus 5:7). Dalam terjemahan BIS: “Jangan berhubungan sama sekali dengan orang-orang semacam itu”. Hasil penelitian membuktikan pergaulan sangat mempengaruhi seseorang. Untuk itu jaga pergaulan Saudara! GBU.
Rabu, 04 Januari 2012
HIDUP BENAR DI HADAPAN ALLAH
HIDUP BENAR DI HADAPAN TUHAN
“Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.” (Lukas 1:6)
Zakharia dan Elisabet adalah sepasang suami isteri yang hidup benar di hadapan Allah. Tetapi mereka tidak mempunyai anak dan mereka sudah lanjut umurnya (Luk 1:7). Pada zaman itu jika seorang mandul tidak mempunyai anak adalah suatu aib dan berpotensi untuk dikucilkan oleh masyarakat. (Luk 1:25). Yang memprihatinkan adalah usia mereka sudah lanjut, jadi harapan punya anak sangat kecil bahkan nyaris mustahil. Tetapi Alkitab menceritakan dengan jelas bahwa mereka mendapat hadiah besar dari Allah. Waktu Zakharia bertugas membakar ukupan di Bait Allah, malaikat Gabriel mengatakan bahwa doa mereka untuk punya anak dikabulkan. Mereka akan mempunyai anak dan harus diberi nama Yohanes, artinya God is Gracious, Yohanes juga berarti pemberian Tuhan yang sangat indah. Apa rahasianya sehingga Zakharia dan Elisabet mendapat hadiah atau kemurahan dari Allah. Alkitab menyatakan dengan jelas karena mereka hidup benar di hadapan Allah, hidup saleh, hidup sesuai dengan ketentuan Allah. Hidup benar artinya cara berpikir, perasaan dan tindakannya sesuai dengan kehendak Allah. Hidupnya menyenangkan Allah. Orang yang hidup benar cepat atau lambat akan mengalami terobosan. Kalau kita mau mengalami terobosan atau mendapat kemurahan di tahun 2012, kita harus hidup benar di hadapan Allah. Tahun 2012 menurut pengamat disebut “Annus Horribilis” atau Tahun Kengerian. Disebut demikian karena keadaan Zona Eropa dan Amerika sedang krisis ekonomi, ditambah bencana alam yang akan terjadi di tahun 2012. Diperkirakan akan ada badai matahari, yaitu ledakan besar di atmosfer matahari yang dapat melepaskan energi sangat besar. Sinar X dan radiasi ultraviolet yang dikeluarkan oleh semburan matahari dapat mempengaruhi ionosfer bumi dan mengganggu komunikasi radio. Tapi bagi orang yang hidup benar di hadapan Allah, tahun 2012 bukan tahun yang mengerikan melainkan Annus Mirabilis atau tahun mujizat. Hiduplah benar di tahun 2012.
Label:
ARTIKEL
Kamis, 08 Desember 2011
THE PERIODE OF OPPORTUNITY
PERIOD OF OPPORTUNITY
“Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.” (Pkh 9:11)
Dalam perlombaan olah raga kita tahu bahwa yang lebih cepat, lebih tinggi dan lebih kuat yang menang. Sesuai dengan moto olimpiade “Citius, Altius, Fortius” Lebih cepat, Lebih Tinggi, Lebih Kuat. Tetapi menurut si Pengkhotbah, yang menentukan kemenangan perlombaan adalah waktu dan nasib atau waktu dan kesempatan. Orang yang menggunakan waktu dan kesempatan dengan baiklah yang menang. Kebenaran ayat ini terbukti, waktu SEA Games ke-26 lalu seorang atlet pembalap sepeda down hill dari Indonesia bernama Risa Suseanty memenangkan lomba. Padahal ia sudah berusia 31 tahun, hanya juara SEA Games, peringkat 42, jumlah nilai 150. Sedangkan lawannya dari Tailand bernama Deekaballes Vipavee usia 20 tahun, ia juara ASIA, peringkat 34, jumlah nilai 200. Di atas kertas jelas lawannya lebih unggul karena ia jauh lebih muda, lebih cepat dan lebih kuat. Kenyataannya di lapangan Risa Suseanty mendapat medali emas sedangkan lawannya medali perunggu. Apa rahasianya? Media Cetak menulis bahwa rahasia kemenangan Risa “Pengalaman di lintasan dengan persiapan sekitar sembilan bulan telah membuahkan hasil” Ternyata Risa selama sembilan bulan sudah berkali-kali melakoni latihan di lintasan lomba dalam keadaan kering, basah dan berdebu”. Sedangkan lawannya baru mencoba lintasan beberapa kali sebelum perlombaan. Risa menggunakan periode kesempatannya secara maksimal.
Dalam hidup ini Tuhan memberikan kita periode kesempatan untuk kita jalani. Sudahkah kita menggunakannya secara maksimal untuk melakukan kehendak Tuhan?.
Label:
ARTIKEL
Senin, 14 November 2011
BAHAYA TIDAK MENGAMPUNI Part 3 (Habis)
BAHAYA TIDAK MENGAMPUNI (Part 3 habis)
“Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu” (Matius 18:35)
Sudah dua bulan ini kita mempelajari bahaya tidak mengampuni. Ada tiga akibat yang sangat berbahaya jika kita tidak mengampuni. Dua hal sudah kita pelajari yaitu: 1. Orang yang tidak mengampuni adalah jahat di mata Allah. 2. Orang yang tidak mau mengampuni akan menderita lahir dan batin. Edisi kali ini memuat bahaya ke-3. Akibat tidak mau mengampuni. Orang yang tidak mau mengampuni tidak akan diampuni Allah. Kalau Allah tidak mengampuni akibatnya dosanya tetap diperhitungkan. Kalau dosanya tetap diperhitungkan berarti ia akan masuk neraka. Ini masalah serius. Dosa yangmenyebabkan putusnya hubungan dengan Allah. “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengarkan, ialah segala dosamu” (Yes 59:2). Jika hubungan dengan Allah terputus, maka segala fasilitas dari Allah juga akan terputus semua. Rugi besar! Untuk itulah kita harus bermurah hati dalam memberi pengampunan. “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati” (Lukas 6:36). “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan” (Matius 5:7). Mari kita belajar untuk mengampuni dengan segenap hati, artinya dengan tuntas, tanpa syarat, tanpa batas. Memang sulit mengampuni orang yang sudah menyakitkan dan melukai kita. Tetapi kita harus ingat. Tuhan sudah mengampuni dosa kita yang 10.000 talenta, masakan kita tidak mau mengampuni dosa saudara sesama kita yang hanya 500 dinar? Tuhan Yesus memberkati !
Senin, 10 Oktober 2011
BAHAYA TIDAK MENGAMPUNI (Part 2)
BAHAYA TIDAK MENGAMPUNI (Part 2)
“Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya” (Matius 18:34)
Bulan lalu kita sudah belajar satu akibat yang bahaya jika kita tidak mengampuni. Kali ini kita akan belajar bahaya kedua dari tidak mengampuni. Orang yang tidak mau mengampuni akan menderita lahir dan batin. Seperti hamba yang tidak mau membebaskan hutang temannya yang hanya 100 dinar, padahal hutangnya yang sangat besar yaitu 10.000 talenta sudah dibebaskan raja. Akibatnya raja marah dan menyerahkan dia kepada algojo-algojo untuk disiksa. Bahasa Yunani Algojo adalah Basanistes yang berasal dari kata besanizo yang dipergunakan untuk melukiskan penyakit atau kesengsaraan atau siksaan. Besaniso juga artinya situasi yang tidak enak. Orang yang tidak mau mengampuni akan hidup menderita sengsara. Ia akan menderita secara fisik. Secara medis Dr. Don Colbert mengatakan (dalam bukunya “Apa yang Anda Tidak Tahu Mungkin Sedang Membunuh Anda”) bahwa tidak mau mengampuni adalah perasaan yang paling mematikan karena perasaan ini akan menghambat tubuh dalam melepaskan toksin-toksin, khususnya dari hati dan kantung empedu. Toksin-toksin yang semakin menumpuk itu pada akhirnya menyebabkan penyakit seperti: tekanan darah tinggi, sakit kepala migrain, penyakit jantung, tukak lambung dan kanker. Laporan medik lain mengatakan bahwa orang yang menyimpan rasa marah dan kebencian menyebabkan tingkat adrenalinnya meningkat dan tekanan darah juga meningkat akibatnya jantung dan sistem peredaran darah harus bekerja lebih keras. Di samping fisik yang sakit, jiwa orang yang tidak mau mengampuni akan menderita karena jiwanya tersiksa, hidupnya tertekan. Itulah sebabnya ia akan menderita lahir dan batin. Marilah kita saling mengampuni supaya sehat.Tuhan Yesus memberkati !
Label:
ARTIKEL
Kamis, 08 September 2011
BAHAYA TIDAK MENGAMPUNI (Part 1)
BAHAYA TIDAK MENGAMPUNI (Part 1)
“Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu”
(Matius 18:35)
Setiap orang tidak lepas dari berbuat salah siapapun orangnya. Ketika Petrus bertanya kepada Yesus, sampai berapa kali dia harus mengampuni, jawaban Yesus jauh dari yang disangkanya, bukan tujuh kali melainkan tujuh puluh kali tujuh kali alias 490 kali. Ini suatu jumlah yang tidak terbatas. Mengapa Yesus memerintahkan kita orang percaya untuk memberi pengampunan dengan tidak terbatas? Ternyata kalau kita tidak mengampuni, ada akibat yang sangat berbahaya. Orang yang tidak mau mengampuni sesamanya adalah orang yang jahat di mata Tuhan. “Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat....” ( Matius 18:32).
Kata jahat di sini dari bahasa Yunani Poneras yang artinya bukan hanya jahat (Bhs Inggeris: evil, wicked) tetapi buruk, busuk dan berbahaya. Orang yang tidak mengampuni akan seperti bom waktu yang sewaktu-waktu akan meledak dan membahayakan orang disekitarnya. Disamping itu orang yang tidak mau mengampuni seperti bau busuk yang memikat si Jahat untuk datang mendekat dan menetap, sehingga ia menjadi pabrik dosa dari setan. Itulah sebabnya orang yang tidak mau mengampuni saudaranya jadi: tidak sabaran, penuntut, perfeksionis, tidak punya kasih, egois dan suka melampiaskan dendam terhadap orang-orang yang bersinggungan dengannya. Mengampuni adalah suatu keharusan atau kewajiban orang percaya. “Tuhan sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku” (Mat 1:21). “Hendaklah kamu ... Saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu”. Marilah kita saling mengampuni. Tuhan Yesus memberkati !
“Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu”
(Matius 18:35)
Setiap orang tidak lepas dari berbuat salah siapapun orangnya. Ketika Petrus bertanya kepada Yesus, sampai berapa kali dia harus mengampuni, jawaban Yesus jauh dari yang disangkanya, bukan tujuh kali melainkan tujuh puluh kali tujuh kali alias 490 kali. Ini suatu jumlah yang tidak terbatas. Mengapa Yesus memerintahkan kita orang percaya untuk memberi pengampunan dengan tidak terbatas? Ternyata kalau kita tidak mengampuni, ada akibat yang sangat berbahaya. Orang yang tidak mau mengampuni sesamanya adalah orang yang jahat di mata Tuhan. “Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat....” ( Matius 18:32).
Kata jahat di sini dari bahasa Yunani Poneras yang artinya bukan hanya jahat (Bhs Inggeris: evil, wicked) tetapi buruk, busuk dan berbahaya. Orang yang tidak mengampuni akan seperti bom waktu yang sewaktu-waktu akan meledak dan membahayakan orang disekitarnya. Disamping itu orang yang tidak mau mengampuni seperti bau busuk yang memikat si Jahat untuk datang mendekat dan menetap, sehingga ia menjadi pabrik dosa dari setan. Itulah sebabnya orang yang tidak mau mengampuni saudaranya jadi: tidak sabaran, penuntut, perfeksionis, tidak punya kasih, egois dan suka melampiaskan dendam terhadap orang-orang yang bersinggungan dengannya. Mengampuni adalah suatu keharusan atau kewajiban orang percaya. “Tuhan sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku” (Mat 1:21). “Hendaklah kamu ... Saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu”. Marilah kita saling mengampuni. Tuhan Yesus memberkati !
Label:
ARTIKEL
Langgan:
Entri (Atom)